Sabtu, 18 September 2010

Sebuah surat kecil dari Ibu

Karya : Ana Menendez



Kau lahir saat tengah malam, dan tangisanmu membuatku merasa sangat takjub,lalu takut,orang asing yang berasal dari diriku,seseorang dengan detak jantungnya sendiri.



Suatu hari nanti aku akan memberimu kehidupan yang baik.Suatu hari nanti, saat kekasihku kembali.Suatu hari nanti aku akan menjadi ibumu. Aku menunggu. Aku menunggu.Aku mengirimmu pergi dari tanah ini agar kau bisa terbebas dari suaranya, dari udaranya.



Aku menunggu.Bagaimana aku bisa membantumu?

Aku melihat dirinya dalam setiap gerakan tanganmu,mencium baunya dari napasmu.Saat kau menangis dimalam hari,aku berbaring mengingat siang yang telah hilang, mengingat betapa waktu telah menyelubungkan keabadian disekeliling kita.



Malam sebelum ayahku berangkat, aku bangun sebelum fajar.suasana rumah sangat sepi.Bahkan tidak ada suara angin melewati atap.Aku berjalan mendekati tempat tidur kecilmu dan melihatmu tidur.kau diam,menghadap langit, dengan lengan terentang. Mulutmu sedikit terbuka dan dadamu naik secara perlahan. Aku membelai rambutmu dan menunduk dan mencium keningmu.Aku mencium dagumu, mengusap bibirmu dengan alisku.



Aku menciummu dan kau membuka mata, wajahmu terasa dekat denganku. Kau berbaring diam,mata hitammu menatapku.



Aku menunggu, kau tahu.



Lalu suatu hari kau muncul.Di bawah jendela, menyanyikan puisi seperti yang dinyanyikan ayahmu bertahun – tahun lalu.



Kau datang seperti mimpi. Dan aku tidak dapat bergerak dari tempatku berdiri.Tahun – tahun dan kesedihan mendekapku erat – erat.



Kau dan aku adalah ampunan atau pengertian masa lalu.Aku mengambil sejarah darimu dan kau kembali membawa kenangannya dimata hitammu. Aku telah cukup mendapatkan hukuman. Untukmu aku meninggalkan kata – kata kecil in,gambar – gambar dengan jiwa yang menjadi milikmu. Aku memberikanmu kegagalan kami dan juga kemenanganmu atas hidupmu, detakan di dadamu dari sebuah cinta yang tak kunjung padam.



Selamat tinggal



Selamat tinggal tapi kau akan selalu bersamaku.

0 komentar:

Posting Komentar