Sabtu, 26 Juni 2010

???

Alkisah di sebuah negeri tirai bambu nun jauh disana ada sebuah desa kecil yang cukup terasing dihimpit oleh dua gunung dan dikelilingi oleh hutan pinus yang sangat asri dan rindang tingallah sepasang suami istri yang hidup sangat sederhana. Mereka dikaruniai seorang anak laki2 yang gagah, yang selalu bisa diandalkan di setiap situasi.. kerja kerasnya sebagai peternak kuda dan bertani menjadi tumpuan hidup kedua orang tua nya.

Suatu hari musibah datang untuk mengusik ketenangan keluarga itu, sebuah kuda jantan satu2nya yang selama ini jadi tumpuan ekonomi lepas dan berlari entah kemana ke arah hutan yang lebat itu.. sang pemuda tentu merasa sedih dan juga dihinggapi rasa bersalah.. karena bagaimanapun juga enjagaan kuda itu adalah menjadi tanggung jawabnya.. dan para tetangga pun berkomentar ”malang benar nasib keluarga miskin itu...”

Waktu pun berlalu.. hari tak teasa sudah berganti menjadi hitungan minggu.. di suatu pagi di tenagah dalamnya tidur keluaga miskin yang lelap dengan perut kosongnya terdengar suara ringkikan kuda yang jumlahnya mngkin lebig dari 10.. sang pemuda pun keluar..Ya Tuhan ternyata kuda mereka kemabali dan tidak sendiri pula. Dia membawa 10 ekor kuda liar dari hutan.. betapa senangnya keluarga itu.. karena disana kuda adalah sumber kesejahteraan dan simbol kemakmuran seseorang.. dan para tetangga pun berkomentar ”beruntung benar nasib keluarga itu”

11 keor kuda membuat sang pemuda sibuknya bukan main.. setiap hari dia haus mencari rumput dan mengurusi kuda2nya.. dan tugas terberat adalah bagaimana menjinakkan kuda2 liar itu.. di suatu pagi yang sejuk dan cerah sang pemuda terlihat gembira, satu lagi kuda telah berhasil ia jinakkan. Dengan gagahnya dia pun menaiki kuda itu tapi hal yang menegejutkan terjadi, rupanya perselisihan tidak hanya terjadi pada manusia, kudapun ternyata juga punya hak buat berselisih .. dan BRAK!! Sang pemuda pun jatuh dengan posisi yg mengenaskan.. satu kaki patah dan tangan kanannya pun ikut terkilir.. sang pemuda yang menjadi tumpuan hidup keluarga itupun kini tak berdaya terbaring lemah.. dan para tetangga pun berkomentar ”sial benar nasib keluarga itu”

Satu bulan setelah kejadia itu sekelompok utusan istana datang memecah kesunyian desa.. titah raja pun disampaikan bahwa semua laki2 berumur dr 18 sampai 40 diharuskan ikut berperang melawan bangsa mongol, yang menjadi momok bagi kedaulatan cina pada saat itu.. semua pemuda pun pergi.. beruntung dengan keadaan kaki patah dan tangan terkilir sang pemuda tidak dikenai kewajiban seperti pemuda yang lain.. tak terasa 2 bulan berlalu.. para orang tua pun berharap cemas semoga putra2nya bisa pulang dengan selamat. Tapi kenyataan berkata lain para pemuda desa itu dikabarkan meninggal ketika terjadi pertempuran sengit dengan bangsa mongol.. ditengah tangisan mereka para tetangga pun berkomentar ”alangkah beruntungnya keluarga itu, gara2 kakinya yg patah anak kesayangan mereka masi bisa hidup sampai sekarag”

Sebuah cerita yang masi saya ingatsampai sekarang.. walaupun tidak seutuhnya sama persis dari cerita asli yang pernah saya baca di perpustakaan SMA dulu.. tapi setidaknya maknanya sama.. makananya mengingatkan saya bahwa segala sesuatunya terkadang tidak seperti apa yg kita liat.. suatu yang dari luar terlihat menyedihkan, jauh dr harapan, penuh kekecewaan ternyata justru malah membawa kepada kegembiraan, suka cita di episod kehidupan yg terngkai setelahnya.. Dan saya yakin semua pernah mengalami hal itu.

Yah sedikit cerita yang mungkin bisa membawa semangat, harapan dan keyakinan kita bahwa Tuhan telah menyiapkan segala sesuatunya yg terbaik buat hambanya.. dan kita sebagai hambanya hanya perlu yakin dan terus berusaha.. dan semoga yg terbaik itu datang.. ya yg terbaik dalam semua hal.. rezeki, jodoh, pekerjaan, sekolah, keluarga dan hal2 lain dalam kehidupan ini.. Amin

0 komentar:

Posting Komentar